Legislator Bahagia Jakarta Jadi Kota Teraman di ASEAN
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina menyambut baik laporan Global Residence Index yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara, tepat di bawah Singapura.
"Kita senang banget ya,"
Menurut laporan tersebut, capaian Jakarta didorong oleh berbagai faktor, mulai dari integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, penguatan ruang publik, hingga upaya pengendalian risiko perkotaan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, transformasi Jakarta menuju kota global dinilai terus berjalan dengan pendekatan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Kemajuan Sejumlah Sektor Dorong Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN“Kita senang banget ya, senang sekali, tapi harus terus ditingkatkan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Ia menilai, pengembangan transportasi publik di Jakarta masih perlu difokuskan pada peningkatan konektivitas antarrute serta perluasan akses hingga ke lingkungan permukiman warga.
Menurutnya, masukan tersebut juga disampaikan masyarakat, terutama terkait kebutuhan integrasi layanan transportasi agar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Harusnya transportasi lebih terkoneksi, terutama moda kecil ke lingkungan,” kata Wa Ode.
Ia mencontohkan pentingnya penguatan jaringan angkutan pengumpan (feeder) seperti JakLingko di kawasan permukiman, sehingga warga tidak lagi bergantung pada ojek atau kendaraan pribadi untuk menuju halte maupun stasiun utama.
“Misalnya dari Kemayoran ke SMAN 1 itu masih belum tersambung penuh, jadi warga masih harus naik ojek. Kalau JakLingko diperbanyak, akan jauh lebih nyaman,” ucapnya.
Selain konektivitas harian, Wa Ode juga menekankan pentingnya penambahan armada transportasi umum pada momen-momen tertentu seperti pertandingan olahraga dan konser. Menurutnya, peningkatan layanan pada saat event besar akan semakin mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.
Dalam sistem transportasi terintegrasi, layanan seperti Transjakarta menjadi salah satu tulang punggung mobilitas warga Jakarta.
Lebih lanjut, Wa Ode mendorong Transjakarta dapat terus melakukan peningkatan kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi perjalanan.
“Kalau ada pertandingan atau konser, armada harus diperbanyak supaya orang lebih nyaman pakai transportasi umum,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara pada 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index, dengan catatan skor keamanan 0,72. Berada di bawah Singapore yang mencatat skor sekitar 0,90, Jakarta masuk jajaran kota teraman dunia, mengungguli kota-kota besar lain di kawasan seperti Bangkok (±0,65), Kuala Lumpur (±0,57), dan Manila (±0,41).